Terapi Obat Penyubur Kandungan

madu penyubur kandunganBerbagai jenis obat kandungan telah banyak dijual di pasaran, baik yang dipercaya terbuat dari bahan alami ataupun dari bahan-bahan kimia yang dipercaya lebih berkhasiat. Keduanya sama-sama dipercaya baik untuk dapat memicu terjadinya ovulasi (pembuahan sel telur) yang nantinya dapat memicu terjadinya kehamilan. Jika Anda ingin mengonsumsi obat penyubur kandungan, Anda harus benar-benar memperhatikan kandungan bahan yang terdapat dalam obat tersebut dan mengonsultasikannya ke dokter kandungan. Hal tersebut agar Anda terhindar dari berbagai efek samping yang malah akan membahayakan diri Anda sendiri.

Clomiphene Citrate: Terapi Obat Penyubur Kandungan yang Aman

Istilah Clomiphene Citrate mungkin terdengar asing bagi Anda. Namun, bahan tersebut banyak digunakan dalam obat-obat untuk meningkatkan kesuburan seseorang. Dokter akan memberikan clomiphene ini sesuai dengan kebutuhan Anda, karena tiap-tiap pasien memerlukan dosis yang berbeda sesuai dengan kesehatannya. Obat ini sering dikombinasikan dengan proses inseminasi buatan yang dapat membantu pelepasan hormon yang dapat merangsang indung telur memproduksi sel telur. Obat penyubur kandungan ini dikonsumsi dengan takaran dosis awal 50 miligram selama lima hari, dimulai dari hari ketiga, keempat, atau kelima menstruasi. Proses ovulasi diharapkan dapat terjadi seminggu setelah hari terakhir mengonsumsi obat. Jika selama enam bulan belum terjadi ovulasi, dosis pemakaian dapat ditingkatkan hingga maksimal 150 gram per hari. Keberhasilan program ini berkisar antara 60-80%.

Biasanya, selama pengobatan pasien akan mengalami gejala-gejala ringan seperti perasaan mual, sakit kepala, perut kembung, kepanasan, atau penglihatan yang sedikit buram. Namun efek tersebut tidak akan berlangsung lama, hal tersebut karena tubuh hanya sedang beradaptasi dengan zat clomiphene yang masuk. Bagaimana, Anda tertarik mencoba? Jika Anda ingin mencoba obat penyubur kandungan tersebut, Anda benar-benar harus jeli. Meskipun efek yang ditimbulkan tergolong ringan, namun sebaiknya Anda tetap harus berkonsultasi dengan dokter kandungan yang berkompeten. Program pengobatan juga akan berhasil dengan dukungan gaya hidup sehat, seperti olahraga teratur, istirahat yang cukup, serta mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat.

Related posts: